Jika Anda mendengar kata tersebut, maka Anda akan langsung berpikir itu adalah Mbah Roso. Fenomena ini sedang membludak di segala penjuru Indonesia. Sebetulnya, apa yang tersembunyi di balik itu semua?? Dan mengapa hingga Flexi provider telepon selular pun mengikuti iklan tersebut dengan versi parodi ??
Mungkin pada awalnya tidak akan ada yang pernah menyangka bahwa iklan tersebut akan menarik perhatian konsumen begitu besar? Dengan target market orang yang memiliki HP dan ingin mencoba mengikuti sms tersebut. Tapi kata-kata itulah yang membuat orang semua mengingat. Bahkan seorang Deddy Kobuzer, Mamah Lauren dan Ki Joko Bodo pun telah hanyut terbawa trend yang sedang berkembang ini.
Sepenting itu kah suatu tag line dalam pemasaran hingga mampu menyalip semua pendahulunya untuk kategori produk ramalan via selular. Lalu siapakah yang diuntungkan dari ini semua ?? tentu ada tiga pihak yang sama-sama di untungkan. Pertama provider 9877 lah paling berjasa dan memperoleh banyak keuntungan dengan adanya iklan tersebut dan image positif dari konsumennya. Kedua adalah si Mbah Roso yang telah memberikan ramalan kepada konsumennya melalui sms. Dan ketiga adalah konsumen yang mengikuti program Reg (spasi) Jawa. (itu pun kalau ramalan yang dihasilkan benar…hehehe)
Sekarang coba amati lagi lebih dekat, banyak sekali iklan dengan kategori seperti itu, seperti ketik reg (spasi) music, reg (spasi) cocok, reg (spasi) gokil, reg (spasi) shalawat, reg (spasi) primbon, reg (spasi) uang dan semua itu adalah 9877. lagi-lagi 9877…. Hebat sekali provider ini hingga mengeluarkan lini produk yang bervariasi dalam satu provider.
Bayangkan dalam satu hari ada orang yang mengikuti program ini, dan akan mendapatkan balasan sms ke kita sebanyak 2 kali dalam 1 hari, di kalikan dengan Rp. 2.000,-/ sms. Dalam sebulan akan menghabiskan pulsa sebesar Rp. 80.000,-. Itu baru untuk satu kategori, jika semua kategori, maka dalam sebulan kita harus mengeluarkan pulsa sebesar Rp. 640.000,-. Itu baru dari satu orang loh….. selain itu tulisan UNREG di tulis dengan huruf kecil dan hampir tidak terlihat saat kita menonton TV, sehingga menyulitkan kita untuk berhenti jika kita sudah tidak menginginkan produk ini lagi.
Sekali lagi saya bilang DASYAT untuk provider 9877. Dengan memilikirkan tag line yang begitu anehnya, menyebalkan untuk di dengar, tapi dampaknya sangat DASYAT untuk di simpan di benak konsumen.
Lalu sebenarnya apa sich tag line itu ??? Mengapa HANYA tulisan singkat bisa membuat orang merasa DASYAT ??? tagline merupakan rangkaian kalimat pendek untuk mensosialisasikan produk atau untuk menciptakan image akan produk atau suatu brand yang kita kembangkan ke masyarakat. Lantas, akan menjadi pertanyaan untuk kita para marketer, apakah bisa tulisan singkat bisa membuat suatu image, dan harus bagaimana membuat tulisan singkat itu membuat persepsi di benak konsumen ??? Jawabannya BISA!! Tapi tagline tersebut harus menggambarkan dan mendukung produk tersebut.
Dalam merangkai dan merumuskan tagline, terlebih dahulu harus ditetapkan target market yang akan di capai. Target market merupakan target sasaran konsumen pengguna produk kita. Misalnya produk di atas, target marketnya adalah orang-orang pengguna telepon selular, maka dibuatlah produk dengan kebutuhan mereka. Misalnya untuk anak muda adanya reg (spasi) musik, Agnes (artis), untuk pengangguran adalah reg (ramalan), dan masih banyak lagi.
Sebuah tagline yang benar harus melalui riset pasar terlebih dahulu. Sehingga terdapat relevansi antara tujuan perusahaan atau target market dengan tagline tersebut. Antar product insight dan customer insight juga harus dipahami dengan baik, baru setelah tahapan tersebut dilalui dengan baik, selanjutnya kita buat product positioning.
Sosialisasi tagline biasanya melekat dengan brand itu sendiri kecuali brang yang sudah lama dengan tagline yang baru. Misalnya saat Tolak Angin Sido Muncul membuat tag line baru “orang pintar minum Tolak Angin”, agar tujuan ini tercapai maka Tolak Angin Sido Muncul mengeluarkan pintar Renald Kashali, dan lain-lain.
Akan tetapi yang perlu dipikirkan juga adalah mengenai produk yang akan di jual serta promosinya. Apabila produk yang di jual tidak inovatif dan promosiya tidak dilakukan secara tepat dan kontinu, bisa di pastikan bahwa tagline itu hanya akan bertahan sesaat saja dalam benak target market. Dan apabila produk yang dijual benar-benar inovatif dan disesuaikan dengan segmen pasar yang akan dituju serta promosinya juga sesuai, kreatif, unik, dan tidak menoton, maka bias dipastikan tagline yang di buat akan mempunyai umur yang panjang. Jadi dengan tagline yang baik serta pemilihan media promosi yang tepat diharapkan dapat menunjuang brand yang ada dan mampu membantu menjual produk yang kita buat.
