Kamis, 18 Desember 2008

Nge-Garap Pasar Ibu Yuk!!

Saya suka mengamati gaya pacaran teman-teman saya. 7 dari 10 orang dari mereka, mengatakan bahwa dalam mengambil keputusan untuk mengajak main teman cowonya adalah perempuan. Kemudian mereka juga mengatakan bahwa mereka lah para kaum wanita yang mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarkan kegiatan pacaran mereka.

Waktu saya dan sahabat saya belanja ke Pasar Baru, kemudian saya membeli pakaian tidur di emperan Pasbar (Tau Kan ??), trus si Emang nya bilang “Ga sekalian untuk pacarnya Neng??” kemudian saya sontak menjawab “Idih males banget bang, masa cewe harus ngebeliin cowo”, dan si emang kemudian membalas, “Emangnya perempuan ajah yang matre, laki-laki juga sekarang mah matre Neng!!”, saya jadi males, dan setelah beres saya langsung pergi. Kemudian saya berpikir kembali, apakah benar sekarang begitu banyaknya jumlah perempuan sehingga menjadikan hal di atas terjadi ?? Karena selama saya pacaran, saya memberi kalau memang ada moment saja. Apakah para wanita merasa “Takut” mereka tidak memiliki pacar?? Atau jangan-jangan memang laki-laki saja yang tidak tahu diri??

Di rumah, ibu saya adalah “penguasa” untuk hampir semua hal. Bayangkan saja, bagaimana tidak, waktu itu yang memutuskan saya sekolah di mana ibu saya, urusan dapur sudah jelas sama beliau, memutuskan untuk membeli rumah lagi ibu juga, bahkan yang memutuskan saya harus menerima pekerjaan yang saat ini jalani atau tidak juga sama ibu. Jadi memang benar sepertinya beliau adalah “penguasa” rumah dan seisinya.

Saat ini peranan ibu dalam dunia pemasaran sangatlah besar. Percayakah Anda ?? Saat ini pantaslah kita mengatakan bahwa “Ini Adalah Dunianya Kaum Ibu”. Kenapa demikian? Menurut hasil riset Mark Plus, bahwa di Indonesia ini sebanyak 2000 ibu mengatakan bahwa keputusan pembelian untuk keluarga berada di tangan ibu. Dimulai dari peralatan dapur, pakaian anak, obat bebas, sekolah, hingga liburan keluarga. Bahkan, bersama-sama dengan suami, ibu mengambil keputusan yang penting untuk produk furniture rumah, asuransi, bank untuk menabung, dll. Tapi 70% dari mereka menurut BSM Media Inc, para ibu tidak menerima pelayanan yang baik dari perusahaan, padahal sudah jelas kan yang banyak memberikan keuntungan bagi perusahaan adalah ibu.

Kenalilah lebih jauh pasar keluarga.
Kanapa kita perlu membidik pasar keluarga? Karena pada umumnya pasar keluarga ini memiliki tingkat loyalitas yang tinggi. Keperluan keluarga yang meliputi ayah, ibu, dan anak, kemudian kebutuhan tersebut di perlukan secara kontinuitas, maka seorang ibu dalam memutuskan memilih produk yang akan di beli, akan di pikirkan matang-matang. Jika tidak ada suatu alasan yang kuat maka mereka pun tidak akan dengan mudah berpindah ke merek lain. Keluarga merupakan pasar yang challenging, mengapa demikian ? Jika sebuah keluarga sudah menetapkan pilihan terhadap satu merek, maka merek tersebut akan di gunakan untuk jangka panjang, tapi jika mereka kecewa dengan produk tersebut, maka mereka tidak segan-segan untuk meninggalkan produk tersebut dan berpindah ke merek lain. Jadi, jangan pernah membuat segment keluarga itu kecewa.

Menangkanlah hati ibu.
Untuk dapat memenangkan hati ibu, kita harus tahu terlebih dahulu kebutuhan dan keinginan dari ibu. Content dan contex menjadi hal yang penting dalam hal ini. Misalnya sampo Lifeboy untuk keluarga. Isi (content) sampo tersebut menerangkan bahwa dengan satu jenis sampo dapat memenuhi ayah, ibu, dan si anak. Iklan ini menampilkan kebersamaan keluarga (contex). Selain itu bagi seorang ibu anak adalah segala-galanya. Seorang ibu akan mudah tersentuh jika berbicara mengenai kesehatan anaknya. Ibu adalah orang yang paling perduli mengenai kesehatan ibunya. Bahkan pengalaman saya sich, saat saya sakit dan sempat selama 3 bulan tidak bisa bangun, orang yang paling menderita adalah ibu saya, alasannya karena saat saya mengeluh dialah orang yang pertama datang, dan saat tertidur pun, dialah satu-satunya orang yang masih bangun di samping saya. Jadi jelas bagi seorang ibu anak adalah segala-galanya. Hal ini bisa dimanfaat kan oleh pemasar, misalnya Cap Lang dengan tag line-nya “Buat anak kok coba-coba!”. Iklan tersebut bisa meyakinkan para ibu, bahwa produk untuk anaknya tidak boleh dijadikan bahan coba-coba, sehingga akan memengaruhi psikologi si ibu, dan jika berhasil, maka ibu tersebut akan memilih Cap Lang sebagai minyak angin yang mewakili kesehatan untuk anaknya.

Jagalah kepercayaan mereka.
Tahukan Anda biasanya jika seorang ibu sudah kecewa pada satu toko, mereka pada umumnya tidak mau melakukan pembelian ulang, dan mereka akan dengan cepat menyebarkan keburukannya kepada tetangga, saudara, temannya. (ya, maklumlah salah satu kegemaran wanita itu kan nge-gosip, apalagi akan semakin sip kalau keanehan, atau keburukannya semakin banyak, hehe!) Kemudian biasanya tetangga, saudara, dan temannya melakukan hal yang sama, yakni berpindah ke toko lain, lantas apa yang di dapat oleh perusahaan? Penurunan penjualan. Maka janganlah sekali-kali membuat konsumen ibu kecewa. Jadilah sebuah produk yang memiliki komitmen tinggi. Anda harus dapat di andalkan. Jika produk Anda meng-klaim sebagai produk termurah, maka produk Anda harus dapat membuktikannya. Jika produk Anda menjanjikan akan memberikan piring gratis setiap pembelian sabun cuci piring, maka saat mereka membeli piring tersebut harus ada, jangan sampai ada perkataan habis.

Hargai waktu ibu!.
Pada umumnya dalam melakukan suatu kegiatan seorang ibu biasanya membagi pikirannya kepada masalah/kegiatan lain. Dulu sebelum banyak produk yang efisien dan teknologi cepat, biasanya ibu mengerjakan satu pekerjaan dengan membagi pikiran untuk pekerjaan lain. Tapi setelah ada teknologi baru, misalnya mesin cuci, maka saat mencuci dengan mesin cuci, seorang ibu juga bisa melakukan kegiatan lain seperti masak atau setrika, (ya, seperti ibu saya gitu dech…). Jika saat berbelanja di supermarket, seorang ibu harus mengantri di kasir, maka buatkan banyak kasir, seperti di Care four, Hypermart, dan Yogya, sehingga ibu tersebut tidak perlu mengantri panjang untuk melakukan pembayaran.

Word Of Moms.
Anda mungkin sudah bisa membaca maksud tersebut. Seperti yang kita tahu bahwa ibu itu senang sekali merekomendasikan apa yang ia rasakan. (means :ngegosip). Seorang ibu biasanya senang mengikuti suatu komunitas, seperti pengajian, arisan. Saat berkumpul biasanya mereka saling berbagi rasa dan saling memengaruhi. Tidak dapat dihindari bahwa biasanya jika sedang arisan biasanya ibu sering merekomendasikan produknya kepada teman-temannya, apalagi kalau produk tersebut berkesan di benak sang ibu. (kesan yang sangat baik dan sangat buruk tentunya pasti di lontarkan, jadi berhati-hatilah terhadap produk Anda!). Untuk produk peralatan rumah tangga biasanya sering menggunakan jasa komunitas ini, dengan sebutan demo masak, atau apalah. Tapi perlu di sadari bawa word of mom’s merupakan salah satu pembentuk loyalitas mereka terhadap satu merek, dan word of mom’s bisa saja menjadi boomerang jika merek yang di maksud mengecewakan.

Saya yakin prinsip-prinsip di atas hanyalah sebagian kecil dari banyak strategi yang dapat dilakukan untuk membidik pasar ibu, tapi paling tidak dengan prinsip-prinsip di atas, dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Anda yang merasa memerlukan.

Minggu, 14 Desember 2008

Apakah Anda Mengenal Anak Buah Anda ?? (Jika Jawabannya "Em belum...!!", Maka Jangan Bilang Anda Sudah Berhasil Menjadi Pemimpin!!)

Apakah Anda salah satu pemimpin di perusahaan Anda yang jika Anda memerintahkan pekerjaan dengan tidak memberikan contoh kepada bawahan Anda?? Tidak menanyakan kepada bawahan Anda “Apakah ada kesulitan?” atau yang lebih parah lagi jika hasil dari kerjaan yang Anda minta tidak sesuai, maka Anda akan marah?? ngedumel?? atau mencaci maki dan berteriak???

Apakah perusahaan yang Anda pimpin sering kehilangan banyakkaryawan sebelum masa kontrak selesai, atau setiap masa kontrak selesai tidak ada yang mau memperpanjang??

Apakah Anda suka mendengar kan keluhan bawahan Anda?? Mendengar tapi kemudian malah menperbanyak beban kerja?? Mendengarkan dan menganggap semua keluhan itu “BIASA” dan setelah mereka berkeluh kesah, Anda pun melakukan aktivitas seperti “BIASA” seolah-olah tidak ada masalah???

Jika Anda adalah seorang Atasan yang memiliki kebiasaan seperti yang saya katakana, maka saya akan bilang kepada Anda, “Sungguh Terlalu…!!!” saran saya, lekaslah Anda pergi ke consultan perusahaan dan Anda adukan semua hal itu, lalu tanya lah kepada consultant tersebut, bahwa siapa yang sesungguhnya “SAKIT??”, perusahaan Anda yang mempunyai pemimpin seperti Anda yang tidak mengenal bawahan Anda sendiri, atau consultant tersebut, jika consultant Anda mengatakan Anda dan perusahaan baik-baik saja. Karena menurut saya, Anda dan perusahaan mengalami “sakit yang amat berat”. Jika Anda egois tidak mau mendatangi konsultan Anda, maka saran saya adalah “ANDA harus mendengarkan SAYA!!”, saya melakukan hal ini karena saya perduli kepada keselamatan Anda sebagai pemilik perusahaan yang merupakan tumpuan bagi ribuah karyawan Anda.

Drucker pernah menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang baik itu, harus mengetahui segala sesuatu mengenai bawahan mereka, karena dengan cara ini seorang pemimpin bisa memimpin untuk memaksimalkan kesuksesan suatu perusahaan demi mencapai tujuan.

Lalu bagaimana kita menyembuhkan penyakit parah tadi?? Jawabannya adalah “Kenali Bawahan Anda!!”. Lantas bagaimana cara kita mengenali bawahan kita ?? maka Anda perlu melakukan WBMA (management by wonderig around, menurut Harry K Jones)

Tahu dan hapal nama bawahan Anda.Jika perusahaan Anda adalah perusahaan kecil dan menengah, maka Anda harus hapal nama bawahan Anda. Jika perusahaan Anda besar, maka Anda harus menghapal bawahan yang berhubungan langsung dengan Anda, dan untuk mengenal bawahan di posisi lain, lakukanlah dengan berkunjung ke setiap divisi.
Saat Anda akan berkeliling ke setiap divisi, maka bersikaplah relaz, karena jika Anda bertindah terlalu baku dan formal maka mereka akan merasa tidak nyaman, dan merasa di awasi, sehingga mereka bekerja tidak sepenuh hari, melainkan melakukan pekerjaan mereka karena mereka merasa di awasi.

Bersikap lah terbuka dan responsive terhadap kegelisahan mereka. Jika mereka mengeluh mengenai pekerjaan maka tanggapilah, dan berilah arahan agar mereka mengerti.

Biarkanlah Anda melakukannya. Jika mereka merasa ada kesulitan dalam pekerjaannya, maka perlu sesekali bagi Anda membatu secara langsung, untuk menunjukkan rasa simpatik Anda dan kepedulian Anda terhadap pekerjaannya dan apa yang telah dia kerjakan.
Pastikan bahwa kunjungan Anda spontan dan tidak di rencanakan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa merka tetap bekerja dengan baik meskipun tidak ada Anda yang mengawasi.
Sesekali bicaralah pada mereka, apa minat mereka. Bisa mengenai hobi, olahraga, dan lain-lain.
Mintalah saran kepada mereka untuk meningkatkan operasional perusahaan (sesuai divisi ya..), sehingga Anda tau kekurangan dari divisi tersebut atau permasalahan yang terjadi dalam divisi tersebut, sehingga Anda bisa meluruskannya.
Cobalah menghabiskan waktu yang sama di setiap divisi, saat berkeliling. Sebagai pemimpin Anda bisa sambil ngobrol sambil berkeliling, hal ini akan sedikit menghilangkan rasa kaku dari bawahan Anda.

Perhatikanlah karyawan Anda, jika mereka melakukan sesuatu yang benar, maka hargailah di depan umum/temannya/divisinya. Hal ini akan membuat hati para bawahan Anda tersanjung, dan merasa di perhatikan oleh Anda.
Tampilkan lah citra seorang pelatih pada diri Anda, bukan seorang pengawas. Anda harus bisa membaur, jika mereka ada kesalahan maka bantu mereka dengan membetulkan kinerja mereka dengan cara yang membuat mereka nyaman.
Doronglah para karyawan Anda untuk menunjukkan bagaimana pekerjaan perusahaan yang sesungguhnya di selesaikan. Berilah motivasi kepada mereka agar mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik dan sepenuh hati.

Bagi para pemimpin di semua tingkatan, sangat penting bagi Anda mengenal siapa yang Anda pimpin, baik kemampuan mereka maupun keterbatasan mereka. Semakin banyak Anda melakukan hal ini, maka akan semakin baik kemampuan Anda dalam memimpin. Menurut Drucker, dengan mengenal bawahan Anda, yang tanpa mereka Anda bukan apa-apa, maka Anda akan mendapatkan :
1. Mengetahui yang terjadi di perusahaan Anda
2. Membantu mereka, jika mereka memerlukan bantuan.
3. Mendapat pertolongan dari orang yang bisa membantu. Dengan Anda melakukan share kepada bawahan Anda, maka Anda terbantu oleh mereka yang lebih menguasai pekerjaan mereka.
4. Menemukan masalah yang sebenarnya. Karena Anda selalu memperhatikan mereka maka akan lebih jelas bagi Anda, permasalahan yang selama ini mereka keluhkan. Apakah hanya opini mereka saja atau memang terdapat masalah dalam sistemnya.
5. Membuka berbagai kesempatan yang Anda kira tidak ada. Dengan melakukan wbma ini, Anda akan menemukan hal yang tidak terduga.
6. Menyebarkan ucapan Anda dengan cepat. Jika Anda memiliki hubungan yang baik, maka jika Anda menyebarkan berita, maka bawahan Anda akan langsung melakukan WOM.
7. Menyampaikan misi Anda untuk perusahaan. Hubungan baik yang telah terbina menjadikan tujuan perusahaan bisa tercapai dengan baik, dengan demikian misi perusahaan pun tercapai.
8. Memastikan bahwa setiap bawahan memahami tujuan dan sasaran Anda. Berdiskusi dengan mereka akan lebih memudahkan mereka untuk mengerti tujuan dari perusahaan Anda.

Senin, 08 Desember 2008


Mario Teguh
Super Sekali…..!!!


Setiap Minggu
Metro Tv
Pkl. 19.00 wib – 20.00 wib

Ehem ini adalah salah satu acara favourite saya… Apakah Anda juga tahu jika mendengar kata The Golden Ways, atau Mario Teguh, pasti Anda akan langsung menjawab secara refleks Super Sekali… (Anda harus menyebutkan kata Super Sekali dengan gaya bicara Mario Teguh ya, hehehe…). Jika kita mendengar namanya, jelas akan terlintas bahwa beliau adalah sang motivator yang saat ini sedang naik daun. Setiap kalimat yang beliau lontarkan akan menjadi suatu inspirasi bagi kita, lebih dari itu beliau bagai artis yang sedang membuming di bumi ini, dan begitu banyak pengikutnya, bahkan hebatnya banyak pengikutnya ini adalah para eksekutif muda dan tua, dan para pemimpin di kalangannya. Lantas, apa yang sesungguhnya beliau lakukan ? Hanya berbicara dan bisa sehebat itu ? Atau hanya mengucapkan Super Sekali ? Atau karena kharismanya ? wugh, sepertinya kita harus menelaah lebih jauh lagi.

Sebenarnya jika kita teropong lebih jauh lagi, sesungguhnya di sini ada pola-pola pemasaran yang bergerak. Jika kita ibaratkan sebagai suatu produk, menurut saya Metro TV adalah nama perusahaannya dan Bapak Mario Teguh adalah produknya. Trus bagaimana strategi pemasaran yang di gunakan hingga begitu banyak konsumen yang terpikat oleh nya…??

Marketing Mix--------Promotion-------Personal Selling

Ya, itu lah yang sedang di lakukan oleh perusahaan Metro TV, melakukan personal selling terhadap produknya (dalam hal ini Bapak Mario Teguh). Lantas yang menjadi pertanyaan adalah apa personal selling itu ? kenapa harus memilih personal selling ? bagaiman step dari personal sellingnya ? trus bagaimana menjadikan personal selling tersebut jadi efektif hingga seorang Mario Teguh mampu meluluhkan semua kalangan ?

Pertama, apa itu personall selling??? Menurut William G. Nickels personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain. Jadi jelas bukan, ini adalah hal di lakukan oleh Mario Teguh, yakni berkomunikasi secara langsung oleh konsumennya.

Kedua, Mengapa kita harus memilih personal selling di banding media yang lain ?? menurut Pranasakti, Ipan, personal selling memiliki kelebihan lain berupa
1. Personal selling memacu perusahaan untuk lebih mengenal pelanggan secara langsung, sehingga berdampak pada terkumpulnya informasi motif pembelian, keinginan-keinginan lain. Personal selling dapat lebih efektif karena unsur-unsur pemasar sekaligus perusahaan menjadi sangat tahu akan reaksi pelanggan dengan begitu cepat karena unsur-unsur pemasar dapat melakukan interaksi langsung.

2. Personal selling dapat memacu unsur-unsur pemasar mengetahui pola dan proses pembelian yang sedang bergejolak dan trend, misal banyaknya pelanggan yang menginginkan pembelian dengan kredit, keinginan pelanggan membeli dengan proses sample dahulu, keinginan pelanggan atau calon pelanggan yang suka dengan diskon atau bonus lainnya

Ketiga, adalah bagaimana step melakukan personal selling agar tersusun dengan rapi ??
1. Prospecting. Pada tahap ini kita menentukan terlebih dahulu target market kita. Pada saat kita ingin menjadi peserta seminar Mario Teguh, maka kita harus mengirimkan email terlebih dahulu, kemudian oleh pihak Metro (dalam hal sebagai perusahaan) di selekasi).
2. Pre-approaching. Mario Teguh sebagai sales profesionalnya, akan melihat data base orang-orang yang sudah di tentukan sebagai target market, kemudian membaca mengenai profil respondennya, oleh karena itu akan di sesuaikan segala hal nya dengan target market tersebut.
3. Approach. Setelah terseleksi siapa saja target marketnya. Maka orang-orang tersebut akan di hubungi oleh pihak Mario Teguh untuk mengikuti seminar.
4. Making the presentation.
5. Closing the sale. Pada saat anggota seminar bertanya dan saat di jawab oleh Mario Teguh kemudian satisfaction, di sinilah terjadi closing the sale (dalam hal ini loh…). Kalo untuk produk, ya jelas setelah presentation bisa meng-goal kan product tersebut.
6. Follow Up. Setelah selesai di jawab pertanyaan dari Mario Teguh. Maka beliau akan melakukan follow up dengan cara menanyakan kembali bahwa “sudah puas??”

Dan permasalahan keempat yaitu bagaimana menjadi “Seorang Personal Selling Yang Handal???” Menurut saya, inilah yang sedang dilakukan oleh Mario Teguh.
PD mengenai product knowledge yang akan di bawakan. Seorang Mario Teguh jelas mempunyai pengetahuan yang lebih mengenai tema yang akan di bawakan pada saat akan melakukan presentase. Lebih dari itu, beliau memang mengetahui banyak hal.

Jelas tujuannya. Saat akan melakukan presentase di depan khalayaknya, tentu Mario Teguh telah mempunyai tujuan. Misalnya Mario Teguh ingin bahwa orang yang mendengarkan pidatonya akan merasa terbantu dengan apa yang dia bawakan. Karena jika tidak, mana mungkin hingga saat ini begitu banyak “pengikutnya”.

Simpatik terhadap customer. Saat menjelaskan kepada anggota seminar, Mario Teguh tidak menggunakan bahasa ilmiah yang bisa menunjukkan kepintarannya, tapi justru menggunakan bahasa sehari-hari yang semua orang bisa mengerti. Hal ini jelas penting karena jika kita sebagai pendengar tidak mengerti apa yang di katakannya, maka akan malas untuk kita mendengarkannya. Betul tidak ??

Mempunyai daya kreativitas untuk menguasai panggung. Mario Teguh selalu dapat membuat suasana menjadi nyaman dan tidak basi, sehingga pendengar tidak jenuh.
Jangan pernah berpikir agar audience mengikuti jalan pikiran Anda dan memaksa mereka untuk mengikuti Anda dengan gaya bahasa Anda, tapi biarkanlah kegiatan seminar tersebut mengalir seperti air mengikuti gaya bahasa Anda yang di anggap “menyenangkan” oleh customer Anda.

Bahasa tubuh. Mario Teguh selalu bersikap ekspresif dengan mengatakan “Super Sekali”, beliau juga selalu berjalan saat menerangkan untuk membuat orang tertarik terhadap apa yang di bawakan olehnya. Raut wajahnya yang selalu senyum menandakan bahwa Mario Teguh mampu mengatasi segala masalah, sehingga membuat orang lebih yakin dengan apa yang di katakannya.

Time is Money. Apakah Anda suka mengamati Mario Teguh ??. Setiap penampilannya beliau tidak pernah mengbuang-buang waktu, beliau selalu singkat, padat, dan terpercaya (wah kaya Liputan 6 SCTV dong, hehe). Dengan waktu yang hanya 1 jam kita dapat memperoleh banyak informasi.

Mungkin itulah gambaran personal selling yang telah di lakukan oleh Mario Teguh, dan saya yakin jika kita bisa mencontoh beliau, maka kita pun akan mampu menjadi seorang Sales Force yang handal.