Apakah Anda salah satu pemimpin di perusahaan Anda yang jika Anda memerintahkan pekerjaan dengan tidak memberikan contoh kepada bawahan Anda?? Tidak menanyakan kepada bawahan Anda “Apakah ada kesulitan?” atau yang lebih parah lagi jika hasil dari kerjaan yang Anda minta tidak sesuai, maka Anda akan marah?? ngedumel?? atau mencaci maki dan berteriak???
Apakah perusahaan yang Anda pimpin sering kehilangan banyakkaryawan sebelum masa kontrak selesai, atau setiap masa kontrak selesai tidak ada yang mau memperpanjang??
Apakah Anda suka mendengar kan keluhan bawahan Anda?? Mendengar tapi kemudian malah menperbanyak beban kerja?? Mendengarkan dan menganggap semua keluhan itu “BIASA” dan setelah mereka berkeluh kesah, Anda pun melakukan aktivitas seperti “BIASA” seolah-olah tidak ada masalah???
Jika Anda adalah seorang Atasan yang memiliki kebiasaan seperti yang saya katakana, maka saya akan bilang kepada Anda, “Sungguh Terlalu…!!!” saran saya, lekaslah Anda pergi ke consultan perusahaan dan Anda adukan semua hal itu, lalu tanya lah kepada consultant tersebut, bahwa siapa yang sesungguhnya “SAKIT??”, perusahaan Anda yang mempunyai pemimpin seperti Anda yang tidak mengenal bawahan Anda sendiri, atau consultant tersebut, jika consultant Anda mengatakan Anda dan perusahaan baik-baik saja. Karena menurut saya, Anda dan perusahaan mengalami “sakit yang amat berat”. Jika Anda egois tidak mau mendatangi konsultan Anda, maka saran saya adalah “ANDA harus mendengarkan SAYA!!”, saya melakukan hal ini karena saya perduli kepada keselamatan Anda sebagai pemilik perusahaan yang merupakan tumpuan bagi ribuah karyawan Anda.
Drucker pernah menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang baik itu, harus mengetahui segala sesuatu mengenai bawahan mereka, karena dengan cara ini seorang pemimpin bisa memimpin untuk memaksimalkan kesuksesan suatu perusahaan demi mencapai tujuan.
Lalu bagaimana kita menyembuhkan penyakit parah tadi?? Jawabannya adalah “Kenali Bawahan Anda!!”. Lantas bagaimana cara kita mengenali bawahan kita ?? maka Anda perlu melakukan WBMA (management by wonderig around, menurut Harry K Jones)
Tahu dan hapal nama bawahan Anda.Jika perusahaan Anda adalah perusahaan kecil dan menengah, maka Anda harus hapal nama bawahan Anda. Jika perusahaan Anda besar, maka Anda harus menghapal bawahan yang berhubungan langsung dengan Anda, dan untuk mengenal bawahan di posisi lain, lakukanlah dengan berkunjung ke setiap divisi.
Saat Anda akan berkeliling ke setiap divisi, maka bersikaplah relaz, karena jika Anda bertindah terlalu baku dan formal maka mereka akan merasa tidak nyaman, dan merasa di awasi, sehingga mereka bekerja tidak sepenuh hari, melainkan melakukan pekerjaan mereka karena mereka merasa di awasi.
Apakah perusahaan yang Anda pimpin sering kehilangan banyakkaryawan sebelum masa kontrak selesai, atau setiap masa kontrak selesai tidak ada yang mau memperpanjang??
Apakah Anda suka mendengar kan keluhan bawahan Anda?? Mendengar tapi kemudian malah menperbanyak beban kerja?? Mendengarkan dan menganggap semua keluhan itu “BIASA” dan setelah mereka berkeluh kesah, Anda pun melakukan aktivitas seperti “BIASA” seolah-olah tidak ada masalah???
Jika Anda adalah seorang Atasan yang memiliki kebiasaan seperti yang saya katakana, maka saya akan bilang kepada Anda, “Sungguh Terlalu…!!!” saran saya, lekaslah Anda pergi ke consultan perusahaan dan Anda adukan semua hal itu, lalu tanya lah kepada consultant tersebut, bahwa siapa yang sesungguhnya “SAKIT??”, perusahaan Anda yang mempunyai pemimpin seperti Anda yang tidak mengenal bawahan Anda sendiri, atau consultant tersebut, jika consultant Anda mengatakan Anda dan perusahaan baik-baik saja. Karena menurut saya, Anda dan perusahaan mengalami “sakit yang amat berat”. Jika Anda egois tidak mau mendatangi konsultan Anda, maka saran saya adalah “ANDA harus mendengarkan SAYA!!”, saya melakukan hal ini karena saya perduli kepada keselamatan Anda sebagai pemilik perusahaan yang merupakan tumpuan bagi ribuah karyawan Anda.
Drucker pernah menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang baik itu, harus mengetahui segala sesuatu mengenai bawahan mereka, karena dengan cara ini seorang pemimpin bisa memimpin untuk memaksimalkan kesuksesan suatu perusahaan demi mencapai tujuan.
Lalu bagaimana kita menyembuhkan penyakit parah tadi?? Jawabannya adalah “Kenali Bawahan Anda!!”. Lantas bagaimana cara kita mengenali bawahan kita ?? maka Anda perlu melakukan WBMA (management by wonderig around, menurut Harry K Jones)
Tahu dan hapal nama bawahan Anda.Jika perusahaan Anda adalah perusahaan kecil dan menengah, maka Anda harus hapal nama bawahan Anda. Jika perusahaan Anda besar, maka Anda harus menghapal bawahan yang berhubungan langsung dengan Anda, dan untuk mengenal bawahan di posisi lain, lakukanlah dengan berkunjung ke setiap divisi.
Saat Anda akan berkeliling ke setiap divisi, maka bersikaplah relaz, karena jika Anda bertindah terlalu baku dan formal maka mereka akan merasa tidak nyaman, dan merasa di awasi, sehingga mereka bekerja tidak sepenuh hari, melainkan melakukan pekerjaan mereka karena mereka merasa di awasi.
Bersikap lah terbuka dan responsive terhadap kegelisahan mereka. Jika mereka mengeluh mengenai pekerjaan maka tanggapilah, dan berilah arahan agar mereka mengerti.
Biarkanlah Anda melakukannya. Jika mereka merasa ada kesulitan dalam pekerjaannya, maka perlu sesekali bagi Anda membatu secara langsung, untuk menunjukkan rasa simpatik Anda dan kepedulian Anda terhadap pekerjaannya dan apa yang telah dia kerjakan.
Pastikan bahwa kunjungan Anda spontan dan tidak di rencanakan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa merka tetap bekerja dengan baik meskipun tidak ada Anda yang mengawasi.
Sesekali bicaralah pada mereka, apa minat mereka. Bisa mengenai hobi, olahraga, dan lain-lain.
Mintalah saran kepada mereka untuk meningkatkan operasional perusahaan (sesuai divisi ya..), sehingga Anda tau kekurangan dari divisi tersebut atau permasalahan yang terjadi dalam divisi tersebut, sehingga Anda bisa meluruskannya.
Cobalah menghabiskan waktu yang sama di setiap divisi, saat berkeliling. Sebagai pemimpin Anda bisa sambil ngobrol sambil berkeliling, hal ini akan sedikit menghilangkan rasa kaku dari bawahan Anda.
Perhatikanlah karyawan Anda, jika mereka melakukan sesuatu yang benar, maka hargailah di depan umum/temannya/divisinya. Hal ini akan membuat hati para bawahan Anda tersanjung, dan merasa di perhatikan oleh Anda.
Tampilkan lah citra seorang pelatih pada diri Anda, bukan seorang pengawas. Anda harus bisa membaur, jika mereka ada kesalahan maka bantu mereka dengan membetulkan kinerja mereka dengan cara yang membuat mereka nyaman.
Doronglah para karyawan Anda untuk menunjukkan bagaimana pekerjaan perusahaan yang sesungguhnya di selesaikan. Berilah motivasi kepada mereka agar mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik dan sepenuh hati.
Bagi para pemimpin di semua tingkatan, sangat penting bagi Anda mengenal siapa yang Anda pimpin, baik kemampuan mereka maupun keterbatasan mereka. Semakin banyak Anda melakukan hal ini, maka akan semakin baik kemampuan Anda dalam memimpin. Menurut Drucker, dengan mengenal bawahan Anda, yang tanpa mereka Anda bukan apa-apa, maka Anda akan mendapatkan :
1. Mengetahui yang terjadi di perusahaan Anda
2. Membantu mereka, jika mereka memerlukan bantuan.
3. Mendapat pertolongan dari orang yang bisa membantu. Dengan Anda melakukan share kepada bawahan Anda, maka Anda terbantu oleh mereka yang lebih menguasai pekerjaan mereka.
4. Menemukan masalah yang sebenarnya. Karena Anda selalu memperhatikan mereka maka akan lebih jelas bagi Anda, permasalahan yang selama ini mereka keluhkan. Apakah hanya opini mereka saja atau memang terdapat masalah dalam sistemnya.
5. Membuka berbagai kesempatan yang Anda kira tidak ada. Dengan melakukan wbma ini, Anda akan menemukan hal yang tidak terduga.
6. Menyebarkan ucapan Anda dengan cepat. Jika Anda memiliki hubungan yang baik, maka jika Anda menyebarkan berita, maka bawahan Anda akan langsung melakukan WOM.
7. Menyampaikan misi Anda untuk perusahaan. Hubungan baik yang telah terbina menjadikan tujuan perusahaan bisa tercapai dengan baik, dengan demikian misi perusahaan pun tercapai.
8. Memastikan bahwa setiap bawahan memahami tujuan dan sasaran Anda. Berdiskusi dengan mereka akan lebih memudahkan mereka untuk mengerti tujuan dari perusahaan Anda.
Bagi para pemimpin di semua tingkatan, sangat penting bagi Anda mengenal siapa yang Anda pimpin, baik kemampuan mereka maupun keterbatasan mereka. Semakin banyak Anda melakukan hal ini, maka akan semakin baik kemampuan Anda dalam memimpin. Menurut Drucker, dengan mengenal bawahan Anda, yang tanpa mereka Anda bukan apa-apa, maka Anda akan mendapatkan :
1. Mengetahui yang terjadi di perusahaan Anda
2. Membantu mereka, jika mereka memerlukan bantuan.
3. Mendapat pertolongan dari orang yang bisa membantu. Dengan Anda melakukan share kepada bawahan Anda, maka Anda terbantu oleh mereka yang lebih menguasai pekerjaan mereka.
4. Menemukan masalah yang sebenarnya. Karena Anda selalu memperhatikan mereka maka akan lebih jelas bagi Anda, permasalahan yang selama ini mereka keluhkan. Apakah hanya opini mereka saja atau memang terdapat masalah dalam sistemnya.
5. Membuka berbagai kesempatan yang Anda kira tidak ada. Dengan melakukan wbma ini, Anda akan menemukan hal yang tidak terduga.
6. Menyebarkan ucapan Anda dengan cepat. Jika Anda memiliki hubungan yang baik, maka jika Anda menyebarkan berita, maka bawahan Anda akan langsung melakukan WOM.
7. Menyampaikan misi Anda untuk perusahaan. Hubungan baik yang telah terbina menjadikan tujuan perusahaan bisa tercapai dengan baik, dengan demikian misi perusahaan pun tercapai.
8. Memastikan bahwa setiap bawahan memahami tujuan dan sasaran Anda. Berdiskusi dengan mereka akan lebih memudahkan mereka untuk mengerti tujuan dari perusahaan Anda.

4 komentar:
bu bagus nih artikelnya..
penting buat ntar ku buat usaha dimana disana ku membuthkan anak buah.. hehe
tapi ad yg g ngerti nih..
wbma apaan?
WOM apaan?
hehe
Well done ibu Hernameisn. Sangat inspiratif. Dan membuka wawasan baru tentang bagaimana cara memimpin yang baik. Bravo.
wbma adalah manajemen by wondering around. Maksudnya, pemimpin memanaj anak buahnya dengan cara berkeliling ke pabrik atau berkomunikasi ke karyawannya, dan memastikan bahwa karyawan dan pekerjaannya berjalan dengan baik.
Wom adalah word of mouth, jadi orang menyampaikan pesan lewat mulut ke mulut.
thankx ya neng dik, dah posting...
Maneh mah curhat edun2an kieu dudul!
Huahahaaaaaa!!!=D
Posting Komentar