Selasa, 13 Januari 2009

Familiarity Favorable Scale (F-F Scale)

(Mengukur Citra Perusahaan-Produk)

Teman kantor saya cerita kalau dia itu marahin sama bos karena masalah sepele, lupa kalau hari ini ada persentase di depan client dan teman aku lupa pakai pakaian rapi. Kenapa saya bilang sepele, karena kita kan perusahaan advertising, dan biasanya udah lumrah ko kalau pake baju yang ga resmi. Tapi si Big Bos bilang, “Kalau perusahaan kita ini harus punya citra yang baik di benak konsumen.” Dimulai dari cara memperlakukan konsumen, pakaian yang harus rapi saat ketemu klien, pengetahuan kita mengenai marketing, ya pokonya semua hal dech yang berhubungan dengan konsumen kita harus tampil bagus dan maksimal, biar citra kita bagus di benak konsumen, katanya.

Tidak lama kemudian, tiba lah waktunya saya yang mendapat genjatan dari si bos. Nengsih, ukur citra perusahaan kita di benak konsumen ya!! Huh, sambil menelan ludah tentunya, mau tidak mau saya harus memulai pergelutan saya di dunia riset ini.

Hal pertama yang saya lakukan adalah, mencari tahu manfaat citra perusahaan dan sepenting apa sih sebuah citra sebuah perusahaan, hingga saya dan teman saya mendapat gencatan yang dasyat, hehe. Ternyata menurut Caruana 1997, sebuah perusahaan itu harus memiliki citra yang baik di benak konsumennya, karena hal ini akan memberikan banyak manfaat. Perusahaan yang baik akan mendorong konsumen membeli produk yang dihasilkan, akan mempertinggi kemampuan bersaing, menghambat masuknya pesaing dalam industry, dan bisa mendorong semangat kerja para karyawan.

Ternyata hal di atas benar adanya lho. Perusahaan-perusahaan besar yang mempunyai citra baik di benak konsumen, ternyata memiliki pangsa pasar yang besar. Coba liat saja Jonas Photo Studio, di Bandung ini siapa yang bisa mengalahkan pangsa pasarnya, bahkan orang Jakarta juga banyak yang tau lho kredibilitasnya Jonas. (jadi ngasih wom positif dech, hehe). Ada sih Seni Abadi yang baru muncul di jalan Wastukencana, yang bangunannya gede juga kaya Jonas. Tapi setelah saya melakukan observasi, dari kualitas photo belum bisa menyaingi Jonas, studio photo pun kecil, dan yang jelas, layanannya kalau menurut saya sich ga banget dech, product knowledge SPG-nya kurang banget. (tidak bermaksud ngasih wom negative lho, hanya pengalaman buruk aja..)

Kita lanjut lagi ya. Lalu saya berpikir kembali, metode apa ya, yang kira-kira cocok?? Lalu saya terpikir untuk menggunakan Familiarity Favorable Scale saja. Metode ini bisa digunakan untuk mengukur citra sebuah perusahaan dan produk.

Ada tiga langkah yang perlu dilakukan jika kita ingin menggunakan Familiarity Favorable scale.

Mengukur Pengenalan
Jika kita ingin mengukur suatu citra, tentu hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengukur seberapa besar konsumen mengetahui diri kita, jangan sampai deh kalau perusahaan kita tidak diketahui/dikenali sama sekali oleh konsumen kita. Kita gunakan skala pengukuran familiarity, disini responden diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai seberapa jauh dia mengenal perusahaan kita, dan menggunakan skala likert.
- Seberapa jauh Anda mengenal perusahaan ABC ?
1. Tidak pernah dengar
2. Pernah dengar
3. Tahu sedikit
4. Cukup mengetahui
5. Sangat mengetahui

Mengukur Sikap
Bagi konsumen yang paling tidak pernah mendengar nama perusahaan kita, maka kita perlu tahu sikap mereka terhadap perusahaan kita. Kita perlu tahu apakah mereka menyenangi perusahaan kita atau sama sekali tidak menyenangi. Maka lakukanlah skala favorable atau skala kesukaan.
- Jika Anda setidaknya pernah mendengar nama perusahaan ABC, seberapa jauh Anda menyenangi perusahaan ABC ?
1. Sangat tidak menyenangi
2. Tidak menyenangi
3. Netral
4. Menyenangi
5. Sangat menyenangi

Memahami Citra.
Setelah mengukur pengenalan dan sikap, maka kita memahami citra. Pertama, hitung rata-rata dari hasil pertanyaan pengenalan dan sikap. Misalnya dari 30 orang responden, nilai rata-ratanya adalah 2,1 dan untuk fariabel sikap rata-ratanya misalnya 4,5. Ketiga yaitu memahami arti kuadran.
Kuadaran A :
- Jika perusahaan itu berada di kuadran A , berarti perusahaan itu mempunyai citra yang positif. Karena banyak orang yang mengetahui (awareness tinggi) dan menyenangi (reputasi baik) perusahaan kita.
- Biasanya yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah mempertahankan reputasi dan awareness yang sudah baik.
Kuadran B :
- Untuk perusahaan yang ada di kuadran B, biasanya kurang banyak yang mengenal perusahaan kita, tapi orang yang mengenal itu sangat menyenai perusahaan kita.
- Yang perlu dilakukan oleh perusahaan Anda adalah berusaha lebih mengenalkan perusahaan Anda kepada konsumen Anda.
Kuadran C :
- Biasanya dilihat sebagai produk yang negative bagi orang-orang yang mengetahui nya, namun tidak banyak orang tahu mengenai produk ini.
- Anda sebaiknya mencari tahu kenapa orang tersebut tidak menyukai perusahaan/produk Anda, berusahalah untuk memperbaiki kualitasnya agar bias di senangi.
Kuadran D :
- Pada kuadran ini, perusahaan dikenal sebagai sebuah perusahaan yang tidak baik dan lebih parahnya lagi, banyak orang yang tahu.
- Maka perbaikilah perusahaan Anda dan menyatakan kepada konsumen Anda bahwa kualitasnya sudah di perbaiki.

Jadi sepenting itukah sebuah citra perusahaan/produk ?? Anda dapat menjawabnya sendiri, bukan??!!.

Tapi metode ini, hanya lah satu dari banyak metode yang dapat mengukur sebuah citra perusahaan/produk. Misalnya mengukur kualitas produk, laporan keuangan perusahaan, perilaku karyawan dan manajemen. Ya sekarang tinggal Anda menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.